kembang api


star

Rabu, 23 Maret 2016

KEPERAWATAN KELUARGA TIPE-TIPE KELUARGA



MAKALAH KEPERAWATAN KELUARGA
TIPE-TIPE KELUARGA



DISUSUN OLEH:

               HENDIKA SAFITRI
      

DOSEN PEMBIMBING:
Ns. MILYA NOVERA. S.Kep. MNS


Program Studi Ilmu Keperawatan
STIKes Alifah Padang
2016


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum WR.WB
Alhamdulillahhirabbil’alamin puji dan syukur kami ucapkan karena berkat rahmat dan karunianya,  kami telah dapat menyelesaikan makalah ini walaupun masih banyak kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam makalah ini. Adapun judul dari makalah kami yaitu TIPE-TIPE KELUARGA.
Namun makalah ini  masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan agar  kelak kami bisa memperbaiki dan bisa membuat makalah yang lebih baik lagi.
Akhir kata kami mohon maaf yang sebesar besarnya bila dalam penulisan makalah asuhan keperawatan ini tidak berkenan di hati pembaca.




Padang, 10 Maret 2016

Penulis



i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................1
A.    Latar Belakang..........................................................................................................................1
B.     Rumusan Masalah.....................................................................................................................1
C.     Tujuan Penulisan.......................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................2
A.    Definisi Keluarga.......................................................................................................................2
B.     Tipe-tipe Keluarga.....................................................................................................................3
BAB III PENUTUP...................................................................................................................7
A.    Kesimpulan....................................................................................................................7
B.     Saran...............................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Sebuah keluarga atau suatu rumah tangga berbentuk keluarga membutuhkan kehadiran sekurang-kurangnya dua orang, seseorang kepala keluarga dan satu atau lebih atau anggota keluarga tersebut melalui kelahiran, adopsi, atau pernikahan. Sebuah rumah tangga yang bukan keluarga terdiri dari seorang kepala keluarga yang hidup sendiri atau dengan yang tidak mempunyai hubungan dengan dirinya (Biro sensus Amerika Serikat, 1992).
Keluarga di definisikan juga sebagai unit asuhan dalam keperawatan, sebagai sebuah kelompok yang mengidentifikasi diri dan terdiri atas dua individu atau lebih yang memiliki hubungan khusus, yang dapat terkait dengan hubungan darah atau hukum atau dapat juga tidak, namun berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka mengganggap dirinya sebagai keluarga (Whall, 1986).
Definisi keluarga bersifat luas, definisi ini mencakup 2 tipe  keluarga yaitu keluarga tradisional dan non tradisional, yang di dalam nya terdapat pula berbagai hubungan di luar perpektif legal, termasuk di dalamnya adalah keluarga yang tidak ada hubungan darah, pernikahan, atau adopsi dan tidak hanya terbatas pada keanggotaan dalam suatu rumah tangga. Definisi ini mecakup extended family yang tinggal dalam satu rumah tangga atau lebih, pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah, keluarga tanpa anak, keluarga inti, the step parent family, commune family, serta gay and lesbian family.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah:
1.      Apa itu keluarga?
2.      Apa-apa saja tipe-tipe keluarga?

C.  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Agar mahasiswa mengetahui dan mengerti apa itu keluarga.
2.      Agar mahasiswa mengetahui tipe-tipe dalam keluarga.



BAB II
PEMBAHASAN


A.  Definisi Keluarga
Penulis yang menggunakan perspektif para ahli pascamodernisme keluarga memandang bahwa individu dari tiga generasi berikutnya akan mendefinisikan kembali keluarga, bahkan reproduksi yang merupakan fungsi paling dasar dari keluarga pun dipandang terpisah dari keluarga, dengan pilihan menjadi konteks utama di lingkup keluarga pascmodern (Dunphy, 2001).
Whall (1986), dalam analisis konsepnya mengenai keluarga sebagai unit asuhan dalam keperawatan, mendefinisikan keluarga sebagai “sebuah kelompok yang mengidentifikasi diri dan terdiri atas dua individu atau lebih yang memiliki hubungan khusus, yang dapat terkait dengan hubungan darah atau hukum atau dapat juga tidak, namun berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka mengganggap dirinya sebagai keluarga”.
Bozelt (1987) memasukkan definisi tersendiri dengan menyebut keluarga sebagai “siapa yang disebut oleh pasien sebagai keluarga, itulah keluarga”.
U.S Bureau of the Census menggunakan definisi keluarga yang berorientasi tradisional, yaitu sebagai berikut: keluarga terdiri atas individu yang bergabung bersama oleh ikatan pernikahan, darah, atau adopsi dan tinggal di dalam satu rumah yang sama. Saat ini, definisi keluarga tradisional terbatas, baik dalam hal penerapannya maupun insklusivitasnya. Definisi keluarga harus mencakup luasnya bentuk keluarga yang ada sekarang ini, yang tidak tercakup di dalam definisi tradisional. Bebrapa sarjana di dalam bidang keluarga berpendapat bahwa kita telah mendefinisikan keluarga menurut model keluarga inti, kulit putih, dan kelas menengah dan memiliki kecendrungan untuk memandang keluarga yang tidak sesuai dengan model ini sebagai penyimpangan (Smith, 1995) .
Dengan menggabungkan pernyataan pokok pada definisi diatas, keluarga dalam teks ini adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh kebersamaan dan kedekatan emosional serta yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari keluarga.


B.  Tipe-Tipe Keluarga
Tipe Keluarga yang memerlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam pola kehidupan. Sesuai dengan perkembangan sosial maka tipe keluarga berkembang mengikutinya. Agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan derajat kesehatan maka perawat perlu mengetahui berbagai tipe keluarga. Tipe keluarga ada 2 yaitu tipe keluarga tradisional dan non tradisional.
            1.    Keluarga Tradisional.
a.    Keluarga Inti (The Nuclear Family).
Keluarga initi (konjugal) adalah keluarga hasil pernikahan yang mengahsilkan sistem, orang tua dan anak atau prokreasi. Keluarga ini terdiri dari suami, istri, anak-kandung, adopsi, dan atau keduanya.
Menurut U.S Census tahun 2000, jumlah keluarga inti, yang terdiri dari seorang ayah yang mencari nafkah, seorang ibu yang mengurusi rumah tangga, dan anak-anak yang merupakan keluarga kebanyakan pada tahun 1950-an dan 1960-an hanya sekitar 8% dari keseluruhan rumah tangga (Fields, 2001). Saat ini, hanya 52% anak Amerika yang tinggal dalam keluarga initi tradisional. Dua variasi yang berkembang di antara keluarga inti adalah:
a)      Dual Earner Family: suatu keluarga inti yang memiliki orang tua atau anggota keluarga yang dewasa bekerja baik purna atau paruh waktu.
b)      The Dyad Family: Keluarga tanpa anak.

b.   Keluarga Adopsi.
Adopsi adalah pasangan suami istri yang telah menikah namun tidak dapat menghasilkan keturunan atau anak, maka dari itu pasangan suami istri mengadopsi atau mengangkat anak dari pasangan suami istri yang lain.
Adopsi merupakan sebuah cara lain untuk membentuk keluarga. Dengan menyerahkan secara sah tanggung jawab sebagai orang tua seterusnya dari orang tua kandung ke orang tua adopsi, biasanya menimbulkan keadaan saling menguntungkan baik bagi orang tua maupun anak.
Di satu pihak orang tua adopsi mampu memberi asihan dan kasih sayangnya bagi anak adopsinya, sementara anak adopsi diberi sebuah keluarga yang snagat menginginkan mereka.

c.    Keluarga Asuh
Peengasuhan keluarga asuh adalh sebuah layanan kesejahteraan anak, yaitu anak ditempatkan di rumah yang terpisah dari salah satu orang tua atau kedua orang tua kandung untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan fisik serta emosional mereka. Anak-anak ditempatkan di rumah asuh karena orang tua dianggap tidak mampu atau tidak layak mengasuh anak-anak mereka.

d.   Extended Family
Extended family yang terdiri dari keluarga inti ditambah dengan keluarga lain seperti paman, bibi, kakek, nenek, dan lain-lain. Extended family tradisional adalah keluarga dengan pasangan yang berbagai pengaturan rumah tangga dan pengeluaran keuangan dengan orang tua, kakak/adik, dan keluarga dekat lainnya. Anak-anak kemudian dibesarkan oleh beberapa generasi dan memiliki pilihan model pola perilaku yang akan membentuk prilaku mereka. Menurut U,S Bureau of the Census adalah keluarga yang di dalamnya tinggal seorang anak dengan minimal salah satu orang tua dan seseorang di luar anggota keluarga inti, baik memiliki hubungan kekerabatan maupun tidak.

e.    Usila
Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah, atau karena mengejar karir atau pendidikan.

f.     Single Parent
Yaitu Keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak (kandung atau angkat).  kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian.

g.    Commuter Family.
Kedua orang tua yang bekerja di luar kota, dan hanya berkumpul pada saat libur saja.

h.   Multigeneration Family.
Beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal satu rumah.

i.      Kin-network Family.
Beberapa keluarga yang tinggal berdekatan dan menggunakan barang-barang yang sama, seperti: dapur dan sumur yang sama.

j.     Blended Family.
Keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya.

k.   Single adult living alone.
Rumah tangga yang terdiri dari satu orang dewasa.

2.    Keluarga Non Tradisional.
a.      The Ummaried Teenage Mother.
Keluarga terdiri dari satu orang dewasa terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah.

b.      The Step Parent Family.
Keluarga dengan orang tua tiri.

c.       Commune Family.
Lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah yang hidup serumah.

d.      The Non Marrital Heterosexsual Cohabiting Family.
Keluarga yang hidup bersama, berganti-ganti pasangan tanpa nikah.

e.       Gay and Lesbian Family.
Seseorang yang mempunyai persamaan sex tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri.

f.       Cohabiting Couple.
Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena alasan tertentu.

g.      Group Marriage Family.
Beberapa orang dewasa telah merasa saling menikah, berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak.

h.      Group Network Family.
Beberapa keluarga inti dibatasi oleh norma dan aturan, hidup berdekatan dan saling menggunakan yang sama dan bertanggung jawab membesarkan anak.

i.        Foster Family.
Keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan saudara untuk waktu sementara.

j.        Homeless Family.
Keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental.

k.      Gang.
Keluarga yang deskritif dari orang-orang yang mencari ikatan emosioanal, berkembang dalam kekerasan dan kriminal.

Di Indonesia sendiri Dalam UU No. 10 th 1992 disebutkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anak, ayah ibu dan anak. Dalam kontex pembangunan indonesia bertujuan ingin menciptakan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga sejahtera dalam uu tersebut di sebut sebagai keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah dan mampu memenuhi kebutuhan hidup.
Jadi dari definisi keluarga sudah dapat terlihat bahwa keluarga mepunyai makna yang sifatnya luas, definisi ini mencakup 2 tipe  keluarga yaitu keluarga tradisional dan non tradisional, yang di dalam nya terdapat pula berbagai hubungan di luar perpektif legal, termasuk di dalamnya adalah keluarga yang tidak ada hubungan darah, pernikahan, atau adopsi dan tidak hanya terbatas pada keanggotaan dalam suatu rumah tangga. Definisi ini mecakup extended family yang tinggal dalam satu rumah tangga atau lebih, pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah, keluarga tanpa anak, keluarga inti, the step parent family, commune family, serta gay and lesbian family.


BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan.
 Jadi dapat disimpulkan bahwa keluarga terdiri dari dua orang atau lebih yang bergabung oleh ikatan bersama dan kedekatan emosional serta yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga. Keluarga membentuk unit dasar dalam masyarakat, keluarga merupakan lembaga sosial yang memiliki pengaruh paling besar terhadap anggotanya. Unit dasar ini sangat mempengaruhi perkembangan seorang individu, sehingga dapat menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan hidup seseorang. Dimana keluarga terdiri dari keluarga tradisional dan non tradisional.

B.  Saran.
Keluarga setidaknya mampu membina, menjaga anggota keluarganya dengan kasih dan sayang, serta dapat memberi perhatian dan pengertian dari orang tua terhadap anak-anaknya. Karena dengan kasih sayanglah anak mampu berkembang dan tumbuh sesuai pertumbuhan dan perkembangannya.




DAFTAR PUSTAKA

Getiadi. 2007. Konsep Dan Proses Keperawatan Keluarga. Jakarta: Graha Ilmu.

Friedman, Marilyn M. 2010. Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori Dan Praktik. Jakarta: EGC.


 






ii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar