kembang api


star

Rabu, 04 November 2015

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) DPD



SP DPD (DEFISIT PERAWATAN DIRI)

STATEGI PELAKSANAAN (SP) 1 : PENGKAJIAN DAN MELATIH CARA MENJAGA KEBERSIHAN DIRI : MANDI, MENCUCI RAMBUT, SIKAT GIGI, POTONG KUKU.
A. Proses Keperawatan
1.      Kondisi Klien.
Data subjektif :
·        Klien mngatakan malas mandi dan lebih enak tidak ganti baju.
Data objektif :
·         Klien terlihat kotor, rambut tidak disisr, baju agak kotor, bau dan menolak diajak mandi.
2.      Diagnosa Keperawatan.
·         Defisit Keperawatan Diri
3.      Tujuan Tindakan Keperawatan.
a.       Klien dapat membina hubungan saling percaya.
b.      Klien dapat menjelaskan pentingnya kebersihan diri.
c.       Klien dapat menjelaskan cara menjaga kebersihan diri.
d.      Klien dapat melaksanakan perawatan diri dengan bantuan perawat.
e.       Klien dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri.
4.      Tindakan Keperawatan.
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b.      Menjelaskan kebersihan yang baik. 
c.       Membantu klien mempraktekkan cara kebersihan yang baik.
d.      Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.


STRATEGI PELAKSANAAN (SP) ISOLASI SOSIAL


STRATEGI PELAKSANAAN (SP) ISOLASI SOSIAL

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) ISOLASI SOSIAL
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
Respons perilaku individu terhadap stressor bervariasi sesuai dengan kondisi masing-masing. Salah satu respons perilaku yang muncul adalah isolasi sosial yang merupakan salah satu gejala negatif pasien dengan psikotik.
Modul ini berisi panduan dalam merawat pasien dan keluarga pasien dengan masalah keperawatan isolasi sosial, dengan menggunakan pendekatan baik secara individual maupun kelompok. Saudara dapat mempelajari isi modul ini, mengerjakan latihan sesuai dengan panduan yang diberikan, sehingga Saudara siap menangani pasien dan keluarga pasien gangguan jiwa dengan gejala isolasi sosial yang ada. Selamat mempelajari modul ini.

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara mampu:
  1. Melakukan pengkajian pada pasien isolasi sosial
  2. Menetapkan diagnosa keperawatan pasien isolasi sosial
  3. Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien dengan isolasi sosial
  4. Melakukan tindakan keperawatan kepada keluarga pasien isolasi sosial
  5. Mengevaluasi kemampuan pasien dan keluarga dalam merawat pasien isolasi sosial
  6. Mendokumentasikan hasil asuhan keperawatan pasien dengan isolasi sosial

STRATEGI PELAKSANAAN HDR



STRATEGI PELAKSANAAN HDR /HARGA DIRI RENDAH

Masalah Utama        : Harga Diri Rendah
Proses Keperawatan
A.    Kondisi klien
·                             Mengkritik diri sendiri.
·                             Perasaan tidak mampu.
·                             Pandangan hidup yang pesimis
·                             Penurunan produktifitas
·                             Penolakan terhadap kemampuan diri
·                             terlihat dari kurang memperhatikan perawatan diri
·                             Berpakaian tidak rapih.
·                             Selera makan kurang
·                             tidak berani menatap lawan bicara.
·                             Lebih banyak menunduk.

Selasa, 03 November 2015

STRATEGI PELAKSANAAN WAHAM


STRATEGI PELAKSANAAN WAHAM
STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI PADA PASIEN DENGAN WAHAM


SP 1 P : Membina hubungan saling percaya ; mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan ; mempraktekkan pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi.
ORIENTASI :
“Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Citto, saya perawat yang dinas pagi ini di Ruang melati. Saya dinas dari jam 07.00–14.00, saya yang akan membantu perawatan bapak hari ini. Nama bapak siapa? senangnya dipanggil apa?”
“Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak R rasakan sekarang?”
“Berapa lama bapak R mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?”
“Dimana enaknya kita berbincang-bincang pak?”

KERJA :
“Saya mengerti pak R merasa bahwa pak R adalah seorang Nabi, tapi sulit bagi saya untuk mempercayainya, karena setahu saya semua Nabi tidak hidup didunia ini, bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus pak?”
“Tampaknya pak R gelisa sekali, bias pak R ceritakan kepada saya apa yang pak R rasakan?”
“Oooo, jadi pak R merasa takut nanti diatur-atur oleh orang lain dan tidak punya hak untuk mengatur diri pak R sendiri?”
“Siapa menurut pak R yang sering mengatur-atur diri pak R?”
“Jadi teman pak R yang terlalu mengatur-atur ya pak, juga adik pak R yang lain?”
“Kalau pak R sendiri inginnya seperti apa?”
“Ooo, Bagus pak R sudah punya rencana dan jadwal unutk diri sendiri.”
“Coba kita tuliskan rencana dan jadwal tersebut pak R.”
“Wah, bagus sekali, jadi setiap harinya pak R ingin ada kegiatan di luar rumah sakit karena bosan kalau dirumah sakit terus ya?”
TERMINASI :
“Bagimana perasaan pak R setelah berbincang-bincang dengan saya?”
“Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus.”
“Bagaimana kalau jadwal ini pak R coba lakukan, setuju pak?”
“Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan lanjutkan lagi.”
“Saya akan datang kembali dua jam lagi.”
“Kita akan berbincang-bincang tentang kemampuan yang pernah pak R miliki?”
“Bapak mau kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja pak R?”

STRATEGI PELAKSANAAN HALUSINASI



STRATEGI PELAKSANAAN (SP)

Masalah Utama           : Halusinasi
A.    PROSES KEPERAWATAN
1.      Kondisi klien:
·         Petugas mengatakan bahwa klien sering menyendiri di kamar
·         Klien sering ketawa dan tersenyum sendiri
·         Klien mengatakan sering mendengar dan melihat suara-suara yang membisiki dan isinya tidak jelas serta melihat bidadari dan malaikat.
2.      Diagnosa keperawatan:
·         Gangguan persepsi sensori: halusinasi auditori dan visual.

B.     Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
1.      Tindakan Keperawatan untuk Pasien :
Tujuan tindakan untuk pasien meliputi:
1)      Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya
2)      Pasien dapat mengontrol halusinasinya
3)      Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal

CONTOH KASUS ANALISA DATA KEPERAWATAN JIWA


KASUS :
Tn. K (30 th), masuk ke RSJ HB. Saanin (10 – 07 -2015) untuk ketiga kalinya karena keluyuran & berbicara kacau, yang pertama 2010 karena berteriak teriak. Klien berkali – kali mengatakan dia adalah anak imam bonjol yang sedang diculik, klien ingin kuliah lagi tapi dia tidak lulus SMU, klien malas untuk gosok gigi & mandi. Klien tampak penampilan acak – acak, bila menjawab pertanyaan sering meloncat ide pembicaraan, berbelit – belit, secara cepat dan keras.

ANALISA DATA :
Data Subjektif :
  •         Klien mengatakan dia adalah anak imam bonjol yang sedang diculik. 
  •         Klien ingin kuliah lagi tapi tidak lulus SMU.

Data Objektif :
  •          Penampilan acak – acak.
  •          Bila menjawab pertanyaan sering meloncat ide pembicaraan, berbelit belit, secara cepat    dan keras.
  •          Keluyuran Berbicara kacau.
  •          Klien malas mandi.
  •          Klien malas gosok gigi.

SOP STRATEGI PELAKSANAAN (SP) HALUSINASI.



SOP SETRATEGI PELAKSANAAN (SP) HALUSINASI

Masalah Utama           : Halusinasi pendengaran
A.                PROSES KEPERAWATAN
1.    Kondisi klien:
Ø Petugas mengatakan bahwa klien sering menyendiri di kamar
Ø Klien sering ketawa dan tersenyum sendiri
Ø Klien mengatakan sering mendengar suara-suara yang membisiki dan isinya tidak jelas serta melihat setan-setan.
2.    Diagnosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar